Senin, 14 Oktober 2013

Ada Kutu di Hidung, Spesies Baru dari Afrika

Ada Kutu di  Hidung, Spesies Baru dari Afrika

Atlanta: Seorang ahli biologi Amerika Serikat menemukan spesies baru di lubang hidung kanannya setelah kembali dari perjalanan penelitian ke Afrika. Profesor Pathobiology Amerika Serikat Tony Goldberg secara tak terduga menemukan ada kutu tersembunyi di hidungnya. "Ketika pertama kali Anda menyadari ada kutu di hidung, dibutuhkan usaha keras untuk tidak mencakar wajah Anda," kata Goldberg, profesor sekaligus peneliti di University of Winconsin, Amerika Serikat.

Kemudian Goldberg mengambil kutu dari hidungnya dengan menggunakan pinset, cermin, dan senter agar DNA bisa dianalisis di laboratorium. Hal ini mengusik rasa ingin tahunya apakah kutu tersebut merupakan spesies kutu baru dan menemukan penjelasan baru atas bagaimana penyakit menular antara simpanse dan manusia. DNA kutu dianalisis untuk dibandingkan dengan arsip di US NAtional Tick Collection, Georgia Southern University.

Karena analisis DNA hanya bisa mengkonfirmasi genus dan bukan mengetahui spesies baru, Goldberg dan rekannya mulai mempelajari foto-foto beresolusi tinggi dari simpanse. Mereka melihat 20 persen dari simpanse memiliki kutu yang bersembunyi di hidung mereka. Dan jumlahnya mungkin bisa lebih banyak dari itu, karena awalnya mereka hanya mengambil foto untuk memeriksa gigi simpanse. Sebab itulah, para peneliti berspekulasi bahwa jumlah kutu bisa lebih besar dari apa yang terlihat dalam foto.

Seperti dilansir dari laman The Verge, Senin 14 Oktober 2013, penemuan ini dipublikasikan pada 30 September dalam The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene, fokus pada simpanse dan kutu di Taman Nasional Kibale Uganda. Dalam tulisan mereka, Goldberg dan rekannya menunjukkan bahwa bersembunyi di lubang hidung mungkin sebagai bentuk adaptasi agar tidak terdeteksi. Dengan bersembunyi di lubang hidung, kutu-kutu ini bisa makan dengan aman.

Setelah penelitian yang lebih mendalam, Goldberg menetapkan melalui kajian studi yang telah diterbitkan sebelumnya bahwa kutu yang ada pada hidungnya juga pada kebanyakan simpanse, berasal dari genus Amblyomma. "Amblyomma diketahui sebagai pembawa penyakit, Jadi ini diluar nalar, tidak langsung, dan agak aneh, dimana orang dan simpanse berbagi patogen," kata Goldberg.

Karena kutu-kutu ini membawa penyakit, para peneliti menyatakan bahwa kutu ini bisa membawa dan menyebarkan patogen. Para peneliti mencatat hal ini dapat memungkinkan penyakit menyebar antara hewan juga.



Sumber
tempo.co

0 komentar:

Posting Komentar

lazada indonesia